Vice President Corporate Secretary PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Dwi Ajie menjelaskan bangkaipesawat yang terbakar bukan milik PT Garuda Indonesia. Pesawat tersebut merupakan eks Sriwijaya Air dan sudah dilepas kepada pihak ketiga untuk dilakukan pemusnahan.
Menurut informasi yang didapat oleh Dwi Ajie, saat insiden terjadi,pesawat diklaim belum sempat dipotong oleh pihak ketiga yang melakukan pengerjaan.
"Belum terpotong. Benar ada dua orang terbakar, itu pegawai pihak ketiga. Saat ini saya masih di lapangan mengumpulkan data," ujarnya, Minggu (12/10).
Mengenai kemungkinan penyulut api merupakan sisa avtur yang ada di bangkai pesawat, Ajie mengaku pihaknya belum bisa menjelaskan lebih jauh. Dia mengatakan, pihaknya akan memberikan penjelasan lebih detail, setelah dilakukan pengumpulan data dari berbagai pihak.
Saya kumpulkan data dulu. Nanti setelah lengkap baru kami jelaskan, ucapnya.
Sebelumnya, insiden pesawat bekas meledak dan memakan korban dua pekerja pada Minggu (12/10) siang saat tengah dipotong-potong di hanggar PT Garuda Maintenance Facility (GMF) seperti diungkapkan Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol CH Pattopoi dibantah Kepala Humas PT Garuda Maintenance Facility, Aviv. Dia mengatakan, pesawat yang terbakar itu pesawat yang sudah tidak terdaftar.
Artinya, lanjut dia, memang sudah menjadi bangkai, karena tak ada mesin atau apapun. Dia menolak jika dikatakan meledak, karena menurutnya itu hanya terbakar tanpa adanya ledakan.
Bahkan tak ada korban. Saya sangkal itu (pernyataan Kapolres). Lebih seram kalau tabung gas tiga kilogram yang meledak daripada peristiwa ini. Kalau ini hanya bahan yang mudah terbakar saja, itu pun karena terkena percikan dari gerinda, ujar Aviv.
Padahal, satu korban ledakan pesawat di hanggar PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Bandara Soekarno Hatta yakni Wanto, 29, tewas di RSUD Kabupaten Tangerang, Minggu (12/10). Dokter di IGD M Fiza mengatakan, korban Wanto tewas karena luka bakar mencapai 100 persen.
Pihaknya telah melakukan tindakan operasi untuk dipasangkan alat bantu pernapasan, namun korban tidak selamat. "Luka bakar terlalu luas. Sudah dioperasi tapi tidak tertolong. Korban meninggal pukul 16.15 WIB," katanya.
Kemudian, jenazah warga asal Cirebon ini langsung dibawa ke Kamar Jenazah sekitar pukul 17.30 WIB. Wanto dan rekannya Jamari, 29, warga Cengkareng menjadi korban ledakan pesawat bekas. Hal itu terjadi ketika keduanya sedang memotong-motong pesawat yang sudah tidak terpakai itu.
posted by,
bit.ly/12oy4L

No comments:
Post a Comment