Sunday, August 31, 2014

Rusuh Pakistan Berlanjut dengan Tewasnya Warga

Aksi protes anti-pemerintah yang berlangsung di Pakistan menimbulkan korban jiwa. Dua orang dilaporkan tewas setelah massa pendemo bentrok dengan polisi.

Dua warga yang tewas termasuk dalam pendukung politikus Imran Khan dan ulama Tahir Ul Qadri. Mereka sudah melakukan aksi protes sejak 15 Agustus 2014 lalu, menuntut Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif mundur dari jabatannya.

Dalam aksi protes lanjut, polisi terlibat bentrokan dengan para pendemo. Sebagian besar dari pendemo datang ke lokasi protes dengan membawa tongkat kayu dan ketapel sebagai snejata. Sementara polisi pun bersiap dengan senjata lengkap.


The Pakistan Institute of Medical Sciences (PIMS) melaporkan dua orang tewas dalam bentrokan yang terjadi. Seorang pria tewas akibat luka tembakan peluru karet, sementara seorang lainnya tewas akibat serangan jantung.

Sementara puluhan perempuan dan anak-anak turut menjadi korban luka dalam kejadian ini. 79 anggota polisi juga terluka dalam bentrokan. Total sekira 450 orang menderita luka-luka akibat kerusuhan ini.

Menteri Informasi Pakistan Pervaiz Rashid mengatakan, pemerintah tetap terbuka untuk membuka negosiasi mengakhiri kondisi rusuh dengan damai. Rashid juga membantah pihaknya yang lebih dulu memicu kerusuhan.

"Pemerintah tidak memulai kerusuhan. Mereka yang berubah menjadi rusuh dan mencoba memasuki bangunan miliki pemerintah, yang menjadi simbol kenegaraan," Rashid, seperti dikutip Reuters, Minggu (31/8/2014).

Khan yang merupakan mantan bintang kriket Pakistan, terus berupaya untuk semangat pendukungnya. Dia mengatakan, tidak akan meninggalkan para pendukungnya dan akan tetap berjuang bersama.

Sejak Pemilu Pakistan 2013 lalu, Khan menuduh PM Sharif telah melakukan kecurangan. Sharif juga diminta mundur karena alasan tindakan korupsi yang dilakukannya sejak memerintah Pakistan. 

posted by,

bit.ly/12oy4L

No comments:

Post a Comment